Showing posts with label A Little Story. Show all posts
Showing posts with label A Little Story. Show all posts

Monday, February 20, 2012

Photography vs Cryptography, Pertarungan Otak Kanan dan Otak Kiri


Di semester akhir ini dihadapkan dengan sebuah pilihan yang sulit, yuppp antara otak kanan dan otak kiri, antara photography dan cryptography. Photography tentu sudah banyak yang tau, cz lagi ngetrend hobby yang satu ini, nahhh apa itu cryptography??? aku mengenalnya sejak lulus dari SMA waktu itu ada test masuk Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) di Parung-Bogor. Bahasa simpelnya cryptography itu semacam sandi waktu kita ikut pramuka jaman dulu, yuppp suatu pesan yang diacak dengan kode dan perhitungan tertentu. Kalo dulu di pramuka ada sandi kotak, sandi rumput, sandi paku dan kawan-kawannya. Kebetulan tugas akhir kuliahku tentang cryptography ini, mengirim pesan ke tempat lain dengan acak agar tak mudah dibaca yang lain. Padahal sudah 3 tahun lalu tak mengenal lagi cryptography ini. Di awal semester pagi ini kedua dosen pengajar pun telah menyinggung tentang diriku & photography. Entah mengapa namaku disebut-sebut oleh kedua dosen itu hari ini tentang kaitannya dengan photography. Mudah-mudahan tetap bisa menjalani keduanya antara otak kanan dan otak kiri, antara photography dan cryptography. Tapi harus ada salah satu yang sedikit dikurangi.

Thursday, January 19, 2012

Alhamdulillah, Dapat Apresiasi Lagi

Juara 2 PPC 2012
Syukur alhamdulillah, satu karya foto mendapat apresiasi lagi dalam acara PENS Photography Competition (PPC) 2012. Salah satu dari 3 foto yang terkirim ke panitia lomba memperoleh Juara 2 dalam kategori Mahasiswa ini. Kompetisi fotografi ini diselenggarakan dalam rangka perubahan statuta kampus PENS-ITS menjadi PENS. Awalnya tak menyangka bakal lolos 20 besar info dari panitia, ada 90-an peserta untuk kategori mahasiswa ini. 

Sunday, December 25, 2011

Animasi Sederhana Membawaku Kembali Ke Ibukota (1)

Meski ini bukan pertama kalinya ke Ibukota tapi entah mengapa rasanya beda, ya beda dari biasanya. Biasanya pergi ke Ibukota di tahun 2008 lalu ikutan tes masuk salah satu Sekolah Tinggi, Tahun 2010 kebetulan ada acara kampus. Kali ini sangat berbeda, berangkat ke Jakarta karena panggilan, bukan panggilan maut lho ya tapi panggilan dari panitia lomba Animasi Pemuda di PP-PON Kemenpora di Cibubur Jakarta . Menurut panitia animasi sederhanaku ini lolos masuk 6 animasi terbaik dan diundang ke Cibubur untuk presentasi karya. Inilah yang membuat berbeda berangkat ke Ibukota kali ini, semua serba mendadak, waktu itu tahu ada lomba di tanggal 18 November dan deadline tanggal 20 November wah 2 hari apa cukup? Harus Cukup, dan ternyata lolos, pengumuman di tanggal 26 November 2011 sekitar jam 13.30 lewat email dan telepon. Pengumuman ini pun serba mendadak karena esok harinya tanggal 27 harus tiba di Jakarta dan siap untuk presentasi. Langsung menuju stasiun memesan tiket sore itu Alhamdulillah masih kebagian tiket KA Bima keberangkatan jam 5 sore. Dan kebetulan semua biaya transportasi dan akomodasi kali ini ditanggung oleh panitia, mungkin ini ya yang berasa berbeda. 

Monday, October 17, 2011

Film Surabaya Kota 1945

Roodebrug Soerabaia Corner bekerjasama dengan KOMUTER (Komunitas Peduli dan Pecinta Kereta Api), Surabaya Historical Reenacment, Komunitas BKR Jogjakarta, Kline Klub Fisip Unair, Komunitas Kla Project Lovers dan warga Surabaya peduli sejarah membuat film indie bertajuk "Surabaya Kota 1945". Beberapa scene di ambil di Sidotopo Surabaya Sabtu-Minggu (15-16 Oktober 2011).
briefing | rzl
Film Surabaya Kota 1945 bercerita tentang sejarah Laskar Kereta Api yang teribat langsung dalam pertempuran Surabaya 1945. Saat itu Djawatan Kereta Api (DKA) memiliki pegawai dengan jumlah besar dan tersebar di berbagai kota yang dilewati oleh jalur kereta api. Sehingga barisan kereta api memiliki peranan penting dalam mempertahankan kedaulatan bangsa pada pertempuran Surabaya 1945.

Thursday, October 6, 2011

Seni di sudut Genteng Kali

ceria | rzl
Sudah 3 bulan file-file ini tersimpan, file-file foto kunjungan dadakan ke Taman Budaya Jawa Timur Cak Durasim. Kunjungan ini pun tak disengaja hanya rencana dadakan saat ada lomba foto tentang Indonesia. Sore itu bersama teman langsung menuju kawasan genteng kali. Suasana di sana cukup sepi, hanya ada beberapa orang tua yang menunggu anaknya berlatih menari di joglo bagian depan. Tak disangka ternyata di gedung belakang terdapat sekelompok generasi muda yang sedang belajar bermain gamelan.

berlatih | rzl

Bermain gamelan ini dibutuhkan kerjasama untuk menyelaraskan alunan musik yang dihasilkannya. Saya cukup heran ternyata masih ada yang berminat memainkan alat musik yang tergolong jadul ini. Selain bermain gamelan ternyata juga ada yang mahir memainkan wayang atau bisa dikatakan menjadi dalang. Dengan sigap tangan mereka mengayunkan wayang-wayang dan diiringi suara gamelan. Mereka bermain lepas tanpa beban dan sangat menikmati rasanya. 

Di saat teman-teman yang lain mungkin bermain game dengan console yang semakin canggih mereka tetap bertahan untuk melestarikan peninggalan ini. Yah patut diacungi jempol karena sudah langka orang - orang yang masih mau melakukan hal seperti ini. Untuk mempertahankan memang perlu usaha yang keras. rzl | a little story

Monday, September 12, 2011

Kehabisan tiket kereta yang menyenangkan...


Minggu 11 September 2011, Perjalanan turun dari Wonosari Gunung Kidul Yogyakarta ke pusat kota. Sesampainya di terminal Giwangan ada pilihan naik Bus atau Kereta ya? Kalo Bus lama bisa2 besok ga kuliah. Kereta aja wes (dalam hati), langsung beralih ke Trans Jogja dengan tiket Rp. 3.000. bermaksud ke St Lempuyangan Jogja tuk naik KA ekonomi yang murah meriah. Di Trans Jogja Jalu 3A yang dingin & nyaman ini tidak ada yang langsung ke St lempuyangan terpaksa harus transit di Halte Dep Kesehatan kemudian berganti bus Jalur 2A menuju halte kridosono, halte terdekat dengan St. Lempuyangan. Sampai di Halte kridosono langsung jalan santai ke stasiun lempuyangan. Jaraknya dari halte ke stasiun kurang lebih 500 m

Jalanan jogja hari ini basah, ternyata tadi hujan turun meski hanya sebentar. Di stasiun langsung terkejut melihat tulisan di loket TIKET TUJUAN SURABAYA HARI INI HABIS hah??? langsung lemes. Di stasiun banyak penumpang yang menginap menunggu KA esok hari. Wah besok gak kuliah nih? Untungnya di loket sebelah masih ada penjualan tiket Madiun Jaya AC tanpa pikir panjang langsung ambil 1 tiket. Ambil??? ya gak lah tiketnya Rp. 50.000 2X harga tiket Pasundan yah terpaksa yang penting bisa jalan ke arah Surabaya sambil berharap banyak penumpang Pasundan turun di Stasiun Madiun. Ribet yah? memang kebijakan baru ini membuat penumpang nyaman tapi juga beberapa penumpang kesusahan mencari ketersediaan tiket

Tiket Madiun Jaya AC sudah di tangan, kereta tak lama kemudian datang. Kereta cukup nyaman AC dingin, penumpang tertib, bersih pula. Di dalam tidak ada asongan, hanya ada petugas khusus yang berjualan snack dan minuman. Jogja - Madiun ditempuh 3,5 jam. Sampai di Madiun tepat pukul 19.30. Tanpa pikir panjang langsung ke loket untuk mencari info tiket Pasundan. Alhamdulillah di Madiun masih ada, berarti cukup banyak yang turun di Madiun, sip bisa kembali ke Surabaya tepat waktu. Untuk tiket Pasundan ini dengan harga Rp. 24.000. Sambil nunggu Pasundan mampir dulu ke daerah sekitar Dipo Stasiun bertemu teman sehobi. Tak lama menunggu Pasundan datang penuh penumpang, wah bakalan berdiri sampai Surabaya ini. Ya cuma bisa pasrah. Tapi tak lama kemudian kereta paling depan ditambah wah langsung ke sana tanpa pikir panjang akkhirnya dapat tempat duduk bahkan bisa tidur2an sampai Surabaya. Meski awalnya kehabisan tiket tapi akhirnya sampai juga. Jogja - Surabaya tanpa berdiri hehehe

Banyak penumpang di Jogja yang ke Surabaya menunggu kereta esok hari, yah mungkin mereka kurang faham dengan mekanisme kebijakan tiket ekonomi yang baru ini. Kalau kehabisan sebenarnya bisa "diakali" dengan cara ini. Ya apa boleh buat mereka mungkin belum tahu? Atau tak mau tahu? Yah mungkin mereka ingin yang praktis ndak oper-oper. Tapi kalo d hitung2 biaya yang dikeluarkan untuk menginap, makanan, minuman justru bertambah. Ya mau gimana lagi, masyarakat kita kebanyakan seperti ini.

Wednesday, September 7, 2011

Spirit, The power of life


Seperti halnya ayam, bila kita menyebarkan jagung di hamparan tanah, maka ayam akan segera berlari secepatnya untuk menghampiri dan memakannya. Manusia pun juga tak jauh berbeda. Hal ini sangat diperlukan dalam kehidupan manusia. apabila kita hidup tanpa tujuan, maka hidup akan terasa berat dan tidak ada semangat untuk menjalaninya. Namun di saat kita memiliki tujuan dalam hidup kita akan terus berusaha meraihnya. Tujuan ini bervariasi, dan dapat kita tentukan sendiri. Untuk urusan akhirat tujuan kita masuk surga, maka dalam beribadah pun akan semangat untuk mencapainya. Untuk urusan dunia banyak yang bisa kita jadikan tujuan agar hidup ini lebih semangat. Semangat dalam hidup memiliki peranan penting bagi masa depan. Tanpa semangat hanya rasa malas yang akan datang. Dengan semangat kita akan terpacu melakukan kegiatan demi mencapai tujuan yang diimpikan. Spirit the power of life.

Thursday, September 1, 2011

Sisi Lain Hari Kemenangan


Gema takbir memenuhi seisi kota. Langit pun bertaburan cahaya. Semua orang bergembira menyambut hari kemenangan. Inilah suasana yang hampir sama berulang setiap tahunnya. Suasana masjid yang biasanya ramai kini berangsur sepi. Keramaian itu berpindah ke pusat-pusat kota serta pusat perbelanjaan. Inilah trend masyarakat saat ini. Yah tapi mau bagaimana lagi? Mau protes? Mau marah? Mau dakwah? Yang bisa dilakukan hanya mendoakan mereka semua.

Dibalik semua keramaian suasana lebaran ini ternyata masih banyak saudara kita yang sedang bertugas, tidak bisa merayakannya se"bebas" yang lain. Mereka harus memenuhi kewajiban tugasnya. Siapakah mereka? kadang kita tak sadar. Kita hitung saja mulai yang terdekat. Listrik tetap menyala. Air dari PAM pun tetap mengalir. Sinyal di handphone kita tetap ada. Siaran TV dan radio tetap hadir menemani kita. Transportasi tetap berjalan. Siapakah dibalik semua ini? Apa mereka tidak ikut merayakan hari kemenangan ini? Yuppp tentu saja merayakan, tetapi bersama yang sedang bertugas dan di tempat tugas masing-masing. Mereka mengemban tugas yang cukup besar. Mereka berkorban cukup banyak. Andai kata tak ada yang mau bertugas tak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi. Dalam hati mereka yang bertugas ini pasti ada keinginan tuk berkumpul bersama keluarga dan ikut merayakannya.

Merayakan hari kemenangan sah-sah saja. Tapi janganlah berlebihan, secukupnya saja. karena masih banyak saudara-saudara kita yang belum seberuntung kita, bersyukurlah. Selamat bertugas bagi yang menjalankan.

Tuesday, August 30, 2011

Bermanfaat itu Menyenangkan [1]


Arus mudik kali ini cukup ramai, para perantau mulai beranjak kembali ke kota asalnya. Berbagai cara mereka tempuh demi bertemu sanak saudara. Terminal, Pelabuhan, Bandara serta Stasiun semua dipenuhinya. Mengantri bahkan berhari-hari demi tiket tuk kembali.

Sedikit catatan yang terekam saat menjadi relawan posko lebaran. Lepas makan sahur q mulai bergegas menuju stasiun. Semua perlengkapan pun telah siap. 05.00 H-3 sebelum lebaran sampai di stasiun pemudik telah memenuhi ruang tunggu. Tidak sedikit yang ternyata telah menginap sejak sehari sebelumnya. Ternyata tidak hanya dari Surabaya, ada yang dari Kalimantan, Sulawesi, Bali, serta luar Pulau Jawa yang lain. Mereka telah tiba dengan kapal dari pulau masing-masing. Di Surabaya hanya transit untuk menuju daerah asal mereka yang rata-rata di Jawa Tengah. Dalam hati q bertanya sejak kapan mereka berangkat? Mungkin sudah berhari-hari di kapal?. Mereka pun mayoritas awam dengan kereta api. Jadwal pun mereka tak mengerti. Q terpaksa ikut mengantri masuk berdesakan dengan mereka untuk menuju ruang posko lebaran. Tugas pun dimulai, bersama kawan-kawan relawan posko lainnya q mulai memberi info. Plakat nama kereta beserta tujuannya kami angkat layaknya "girl rounde" pada ring tinju. Perhatian penumpang pun tertuju. Mereka mulai bertanya tanpa henti dan saling berganti. Jadwal keberangkatan, Tujuan, Nama Kereta, serta Ketersediaan tiket yang mereka tanyakan. Menjawab pertanyaan mereka yang belum tahu ini rasanya menyenangkan. Informasi kecil ini cukup berarti bagi mereka yang belum mengerti. Senyum mereka kian menambah semangat meski badan mulai lelah. Petugas pun merasa terbantu. Petugas d stasiun sejak pagi sudah disibukkan dengan aktivitas ini. Dengan pengeras suara tak henti menyampaikan informasi. Sampai suara serak pun tetap mereka jalani.

Setelah pemudik masuk di dalam pun tidak sedikit yang kebingungan keretanya ada di jalur berapa, kami pun tetap memberi informasi agar tak ada kejadian salah naik kereta, bisa gawat nantinya. Setelah semua naik kami pun bisa sedikit beristirahat. untuk mudik dengan kereta tahun ini cukup nyaman. Jumlah tiket dibatasi, tidak ada yang berdesakan. Senyum pun terpancar dari para penumpang seiring kereta perlahan pergi. Melihat senyuman mereka sungguh tak terlukiskan rasanya. Semoga selamat sampai tujuan 
-bersambung-